30 Desember 2013

Menanti Pergantian Tahun

Sebuah bunga di pinggir jalan di daerah pegunungan  yang terpencil. Hanya bunga biru ajaib itu yang sanggup tumbuh di sana.
Lalu suatu hari seorang pria dengan sepatu biru melewatinya. Hampir setiap hari pria itu datang. Dan dengan air minum bekalnya untuk jogging, pria itu menyirami bunga itu. Sang bunga perlahan tapi pasti jatuh hati padanya.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Frekuensi pria itu lewat semakin berkurang.
Dan kini sudah sampai di penghujung tahun. Bunga itu semakin layu dan lemas.
Air hujan yang terus menerus mengguyur sepertinya tidak dapat menyemarakkan kembali bunga biru itu.
Bunga itu menanti datangnya pria itu untuk menyiramkan air padanya, karena umur bunga itu sudah tidak lama lagi... Saat pergantian tahun, bunga itu akan hilang untuk selamanya tanpa siraman air dari pria itu.
Kini hanya tersisa waktu 12 jam. Bunga itu menanti dengan sedih, karena jika pria itu tidak datang bunga itu akan lenyap dan tidak bisa bertemu lagi.
Sang bunga biru juga sadar, ia hanyalah setangkai bunga liar. Untuk apa pria itu menyempatkan datang untuk menyiraminya.
Tapi dibalik rasa putus asa itu, masih ada harapan kecil akan kedatangan pria itu.
Detik jam terus berjalan. Hanya tersisa 12 jam untuk bergantian tahun....

Kini bunga itu menanti di tengah-tengah konflik batinnya. Akankah pujaannya sudi datang?
Sang bunga biru menanti pergantian tahun.

2 komentar: