27 Februari 2014
16 Februari 2014
Forum Batin
Aku
menunduk menatap kertas gambarku yang masih kosong. Deadline pengumpulannya
kemarin…
Ah rajin
benar aku.
Kuletakkan
pensilku dengan kasar. Aaaaaggghh!!
Anas: “udah
ah, aku memang ga ada bakat gambar menggambar”
Tasya: “halah
kayak punya bakat aja”
Anas: “apaan
sih”
Tasya: “sekarang
kalo kau ga mau nggambar terus mau ngapain heh?”
Anas: “aku mau nulis, Nulis Surat Cintaaa hehehe”
Tasya: “ckckck,
buat siapa?”
Anas: “mmm.....
Buat tanah air!! Tanah Airku Indoneesiaa~”
Tasya:
“haa?? HAHAHAHA aneh banget”
Anas: “berisik
ah, ya anggep aja Indonesia tu nama orang”
Tasya: “ketauan
banget sih jomblonya, emang kalo Indonesia tu
orang mau nulis apa?”
Anas: “Indonesia!
Dirimu sungguh mempesona. Senyummu bagai telaga, yang menggetarkan jiwa. Indah
lekukmu sejauh mata memandang. Kini aku
berdiri di atasmu, menelusuri keindahanmu dari Sa…”
Tasya: “Tunggu
tunggu”
Anas: “Apaaa?”
Tasya: “Ini
ceritanya Indonesia tu orang kan?”
Anas: “Yup,
terus kenapa?”
Tasya: “kok
kayaknya jadi agak vulgar gitu sih kata-katanya?”
Anas: “oh
yaa? Oh…. Hmm… yaudah ganti aja, aku punya puisi tentang NEGARA Indonesia...
ehem”
Keberagamanmu memancarkna indahnya kebersamaan..
Ketulusanmu menjanjikan kehidupn berjuta
insan..
Keelokanmu mempesona setiap yang memandang..
Negri loh jinawiku Indonesia
Tasya: “wuih
serius
nih”
Anas: “ssstt!”
Tetap teguh menjaga dan melindungi..
Meskipun engkau sering terluka..
Meskipun engkau seringkali diabaikan..
Engkau lah tanah airku tercinta
Gunung,
hutan, dan lautan..
Engkau terbentang dari Sabang sampai
Merauke..
Keberagaman suku, agama dan budaya..
Engkau wariskan harta persatuan yang
paling berharga
Tasya: “ciyee
(plok plok plok)”
Anas: “(nyengir
bangga) hehe”
Tasya: “…..”
Anas: “…..”
Tasya: “Mmmm…
terus..”
Anas: “……..”
Tasya: “What
now? Udah jam setengah dua tuh”
Anas: Ha? …. Oh My God!!”
Aku
kembali menghadap kertas gambarku. Hanya ada sedikit perubahan. Namaku di pojok
kiri atas kertas.
Anastasya
XII
IPS 3 / 04
Sebaiknya aku tidur saja…
Bodo.
Puisi oleh: Banyu L.B
31 Desember 2013
Pergantian Tahun
Dari tempatnya berdiri, si bunga biru dapat melihat sinar-sinar kembang api dan sayup-sayup suaranya nan jauh di sana. Penantiannya tak berbuah manis. Pria itu tidak datang.
Apa mau dikata, si bunga biru hanyalah bunga liar dan pria itu adalah manusia, dunia mereka sudah berbeda.
Samar-samar warna si bunga biru semakin pudar. Air matanya menetes pilu.
Terkadang bunga itu berharap agar menjadi bunga biasa. Tidak ingin menjadi bunga ajaib yang memiliki perasaan. Tapi pada akhirnya, ia tetap mensyukuri apa yang dikaruniakan Tuhan padanya.
Bukan ketiadaan dirinya yang membuatnya sedih, tapi pikiran tentang perasaan yang takkan pernah tersampaikan itulah yang membuatnya hancur. Dia tidak akan pernah bisa bertemu pria itu lagi.
Raganya sebagai bunga pun sudah sepenuhnya hilang. Jiwanya terbang sejenak di atas awan, dari atas dilihatnya pria itu berdiri di lapangan bersama ratusan orang lainnya sedang menikmati kembang api. Ada seorang perempuan di sampingnya, manusia tentunya.
Sebelum jiwanya bersatu dengan angin, bunga itu sempat meneteskan air matanya sekali lagi.
"Selamat tinggal..."
.
.
.
.
.
Pria itu merasakan sesuatu menetes di rambutnya. Dia mendongak ke atas, memang agak mendung. Dia lalu melanjutkan menikmati hingar bingar pergantian tahun.
Apa mau dikata, si bunga biru hanyalah bunga liar dan pria itu adalah manusia, dunia mereka sudah berbeda.
Samar-samar warna si bunga biru semakin pudar. Air matanya menetes pilu.
Terkadang bunga itu berharap agar menjadi bunga biasa. Tidak ingin menjadi bunga ajaib yang memiliki perasaan. Tapi pada akhirnya, ia tetap mensyukuri apa yang dikaruniakan Tuhan padanya.
Bukan ketiadaan dirinya yang membuatnya sedih, tapi pikiran tentang perasaan yang takkan pernah tersampaikan itulah yang membuatnya hancur. Dia tidak akan pernah bisa bertemu pria itu lagi.
Raganya sebagai bunga pun sudah sepenuhnya hilang. Jiwanya terbang sejenak di atas awan, dari atas dilihatnya pria itu berdiri di lapangan bersama ratusan orang lainnya sedang menikmati kembang api. Ada seorang perempuan di sampingnya, manusia tentunya.
Sebelum jiwanya bersatu dengan angin, bunga itu sempat meneteskan air matanya sekali lagi.
"Selamat tinggal..."
.
.
.
.
.
Pria itu merasakan sesuatu menetes di rambutnya. Dia mendongak ke atas, memang agak mendung. Dia lalu melanjutkan menikmati hingar bingar pergantian tahun.
30 Desember 2013
Menanti Pergantian Tahun
Lalu suatu hari seorang pria dengan sepatu biru melewatinya. Hampir setiap hari pria itu datang. Dan dengan air minum bekalnya untuk jogging, pria itu menyirami bunga itu. Sang bunga perlahan tapi pasti jatuh hati padanya.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Frekuensi pria itu lewat semakin berkurang.
Dan kini sudah sampai di penghujung tahun. Bunga itu semakin layu dan lemas.
Air hujan yang terus menerus mengguyur sepertinya tidak dapat menyemarakkan kembali bunga biru itu.
Bunga itu menanti datangnya pria itu untuk menyiramkan air padanya, karena umur bunga itu sudah tidak lama lagi... Saat pergantian tahun, bunga itu akan hilang untuk selamanya tanpa siraman air dari pria itu.
Kini hanya tersisa waktu 12 jam. Bunga itu menanti dengan sedih, karena jika pria itu tidak datang bunga itu akan lenyap dan tidak bisa bertemu lagi.
Sang bunga biru juga sadar, ia hanyalah setangkai bunga liar. Untuk apa pria itu menyempatkan datang untuk menyiraminya.
Tapi dibalik rasa putus asa itu, masih ada harapan kecil akan kedatangan pria itu.
Detik jam terus berjalan. Hanya tersisa 12 jam untuk bergantian tahun....
Kini bunga itu menanti di tengah-tengah konflik batinnya. Akankah pujaannya sudi datang?
Sang bunga biru menanti pergantian tahun.
11 Desember 2013
Bintaro
Turut berduka cita atas korban dan keluarga korban kecelakaan di Bintaro 9 Desember lalu. Semoga keluarga korban diberi kekuatan dan ketabahan.
Tragedi ini juga pasti mengingatkan kita pada 19 Oktober 1987 silam dimana terjadi kecelakaan terhebat sepanjang sejarah perkerata-apian Indonesia. Diberitakan 153 tewas dan 300 luka-luka.
Sampai-sampai musisi besar kita Iwan Fals menciptakan lagu untuk mengenang kejadian tersebut yang berjudul "1910".
Lagu inilah yang langsung terlintas di kepalaku saat pertama mendengar berita kecelakaan KRL 9 Desember itu. Seperti biasa, lagu Iwan Fals ini sangat bagus, ini saya bagi lirik dan videonyaa :)
Apa kabar kereta yang terkapar di Senin pagiDi gerbongmu ratusan orang yang matiHancurkan mimpi bawa kisahAir mata... air mata...
Belum usai peluit belum habis putaran rodaAku dengar jerit dari BintaroSatu lagi catatan sejarahAir mata... air mata...
Berdarahkan tuan yang duduk di belakang mejaAtau cukup hanya ucapkan belasungkawa.. aku bosan
Lalu terangkat semua beban dipundakSemudah itukah luka-luka terobati
Nusantara tangismu terdengar lagiNusantara derita bila terhentiBilakah bilakah
Sembilan belas Oktober tanah Jakarta berwarna merahMeninggalkan tanya yang tak terjawabBangkai kereta lemparkan amarahAir mata air mata
Nusantara langitmu saksi kelabuNusantara terdengar lagi tangismu
Nusantara kau simpan kisah keretaNusantara kabarkan marah sang duka
Saudaraku pergilah dengan tenangSebab luka sudah tak lagi panjang
Saudaraku pergilah dengan tenangSebab luka sudah tak lagi panjang
Tragedi ini juga pasti mengingatkan kita pada 19 Oktober 1987 silam dimana terjadi kecelakaan terhebat sepanjang sejarah perkerata-apian Indonesia. Diberitakan 153 tewas dan 300 luka-luka.
Sampai-sampai musisi besar kita Iwan Fals menciptakan lagu untuk mengenang kejadian tersebut yang berjudul "1910".
Lagu inilah yang langsung terlintas di kepalaku saat pertama mendengar berita kecelakaan KRL 9 Desember itu. Seperti biasa, lagu Iwan Fals ini sangat bagus, ini saya bagi lirik dan videonyaa :)
Apa kabar kereta yang terkapar di Senin pagiDi gerbongmu ratusan orang yang matiHancurkan mimpi bawa kisahAir mata... air mata...
Belum usai peluit belum habis putaran rodaAku dengar jerit dari BintaroSatu lagi catatan sejarahAir mata... air mata...
Berdarahkan tuan yang duduk di belakang mejaAtau cukup hanya ucapkan belasungkawa.. aku bosan
Lalu terangkat semua beban dipundakSemudah itukah luka-luka terobati
Nusantara tangismu terdengar lagiNusantara derita bila terhentiBilakah bilakah
Sembilan belas Oktober tanah Jakarta berwarna merahMeninggalkan tanya yang tak terjawabBangkai kereta lemparkan amarahAir mata air mata
Nusantara langitmu saksi kelabuNusantara terdengar lagi tangismu
Nusantara kau simpan kisah keretaNusantara kabarkan marah sang duka
Saudaraku pergilah dengan tenangSebab luka sudah tak lagi panjang
Saudaraku pergilah dengan tenangSebab luka sudah tak lagi panjang
16 Oktober 2013
Anting
Aku berbaring di sebuah rumah pohon tanpa atap. Separuh
wajahku ku tutup slayer karena tak nyaman terkena silau sinar bulan. Ngantuk
sekali rasanya…
Beberapa orang masih berkumpul di sana, berlatih. Aku malah
lebih memilih leyeh-leyeh di sini. Tak apalah, besok kan aku sekolah, tak boleh
capek-capek, hiburku agar tidak di cap malas oleh diri sendiri.
Tak lama berselang tiga bocah lak-laki -berkisar kelas 3 SD-
sepertinya juga lelah berlatih dan ikut naik ke atas rumah pohon. Ah, mengganggu kedamaianku saja.
“he kalian ngopo mrene?” ucapku masih terlentang dan muka
tertutup slayer separo.
“ben to” salah satu anak menjawab, Tur.
Ah yasudahlah,
asal mereka tidak berisik.
Tapi mereka malah cerita-cerita di sekitarku. Mulai dari PR
sekolah, temannya, dan lain-lain. Aku sih sayup-sayup tapi tetap menyimak juga.
Hehe. Tiba percakapan mereka sampai pada sebuah topik yang membuarku gusar.
“… aku pengen masang anting, tapi wedine pas mbolongine yo”
seorang anak bernama Rel.
“he’e, yen loro..” Tur.
Anak yang satunya, An, hanya menyimak juga sepertinya.
WHAT THE?! Anak
kecil? Cowok? Kelas 3 SD? Bahas mau pake anting?
Okay, calm
down….
Akupun ikut nimbrung perbincangan mereka, dengan mata tetap
terpejam tentunya.
“heh ngopo nggo anting? Lanang ki rak nggo anting”
“aku wedine ki mbolongine ki lho mbak” si Rel menjawab.
Nah takut
juga kan.
“he’e ojoo.. loro banget kuwi! Yen wedok sih marine cepet
koyok aku, tapi yen lanang ki suwiiii bangeett.. loro bangeet harang..”
berusaha menakuti, moga aja ilang tuh niat mereka.
“hi mosok? Wagu oog..” si Rel menjawab.
“yo emang ngono..”
“lha mas Dap kuwi, yo nggo anting” tambah si Tur.
Buseet…!
Dap adalah mmm
seseorang yang memang tinggal di daerah rumahnya si Tur. Umurnya sekitar 19
mungkin. Bentukannya ya preman gitu. Hih parahlah. Bagaimana bangsa ini jika anak-anak
mencontoh orang-orang seperti Dap? –bukan maksud saya untuk merendahkan
siapapun-
Oke, lanjut ke percakapan tadi.
“lha trus ngopo yen nggo anting?” jawabku sok cuek.
“yoo sangar wae..” si Tur menjawab.
Glek! Anak-anak
menjadikannya idola. Miris.
“emang yen nggo anting sangare opo? Iso mancal wong?” mancal
di sini maksudku bela diri gitu. Ya, biar mereka gampang nangkep omonganku.
“he? Yen nggo anting emang iso mancal wong, ngono?” sengaja
aku ulangi lagi pertanyaanku.
“rak nggo anting yo iso sih” si Rel menjawab.
“nah kuwi! Yen meh sangar ki kae lho, latihan sing tenanan,
rak sah nggaya masang anting harang!”
“he’e kuwi lhoo An.. latihan sing genah” mereka sambil tertawa-tawa
malah menjahili si An yang sedari tadi diam.
“kalian iyo! Kabeh -_-.“
Harapanku agar mereka sungguh menjadi serius ketika latihan
dan melupakan hal-hal semacam anting itu…
Anak-anak tidak tahu apa yang mereka jadikan panutan, apakah
itu baik atau buruk. Hati-hati :)
29 September 2013
Saya
Kata orang hari ini ulang tahunku. Ya kata ibu bapakku juga, hehe.
Luar biasa banget hari ini! sejujurnya aku juga bingung mau nulis apa.
Nih singkatnya. Ada Bella yang ngirim-ngirim kejutan mulai dari H-4. Ada lolipop, permen karet, dan coklat-coklat. Haha lucu banget yaa XD. Terus malemnyaa (H-1) pas aku pulang ke rumah habis latihan, pas mau masuk kamar, ada makhluk asing di balik pintu kamar! OMG! dan aku langsung diserang, disiksa, dianiaya, hiks hiks. Merekalah Shabrina dan Maidha. Kata mereka sih kejutannya fail. Ah tapi menurutku ga ada yang fail dari kehadiran kalian, hehe. Gue bingungnya mereka naik apa ya malam-malam gitu? taksi? entahlah.. mereka tak mau menjawab. Mereka pun sleepover di rumahku. Buka-buka laptopku dan bajak sana sini. Bahkan blog ku pun dibajaaak -_- parah. Nih bajakannya KLIK INI. Gak cuma itu, mereka membawakanku video yang sumpaah bikin lemes!
Terus paginya, pas aku masih di kamar bersama 2 makhluk asing tadi, masih setengah sadar *padahal udah jam 7 pagi!. Pintu kamar gue diketuk-ketuk dan Hhuwaaaaa! Ada Churin dan Rizaaal. Seperti yang kulakukan sebelum-sebelumnya, cuma bisa teriak. hahaha. Bawa bungkusan berlapis koran yang banyak banget -_- sampe pegel bukanyaa wkwk. Dan jeng jeeeng! Scrapbook! <3
Terus habis itu agak siangan lagi kami ber-lima main badminton di RT sebelah. Si Churin jadi wasit.
Lanjut ngepump ke ADA Banyumanik. Adekku juga ikut. Aku agak ga enak soalnya di sana ada anak ngambek-nangis-ngrengek gitu, gara-gara antri pump nya kelamaan -_-. Ya gimana yaaa? namanya aja antri.
Terus akhirnya kami harus berpisah untuk hari itu :( . Udah hampir sore soalnya.
What a wooonderful day!
Alhamdulillah... saya punya segalanya :)
Mungkin cerita lengkap dari masing-masing kejadian di atas bakal aku bikin kapan-kapan hehe.
Terimakasih semuaaa. Semoga doa-doanya terkabul. Aamiin.
Untuk yang mendoakan tapi namanya tidak bisa kusebut satu-satu di sini. Ndak papa yaa.. yang penting nama kalian tetep di hati. PASTI! hehe.
Salam17
Luar biasa banget hari ini! sejujurnya aku juga bingung mau nulis apa.
Nih singkatnya. Ada Bella yang ngirim-ngirim kejutan mulai dari H-4. Ada lolipop, permen karet, dan coklat-coklat. Haha lucu banget yaa XD. Terus malemnyaa (H-1) pas aku pulang ke rumah habis latihan, pas mau masuk kamar, ada makhluk asing di balik pintu kamar! OMG! dan aku langsung diserang, disiksa, dianiaya, hiks hiks. Merekalah Shabrina dan Maidha. Kata mereka sih kejutannya fail. Ah tapi menurutku ga ada yang fail dari kehadiran kalian, hehe. Gue bingungnya mereka naik apa ya malam-malam gitu? taksi? entahlah.. mereka tak mau menjawab. Mereka pun sleepover di rumahku. Buka-buka laptopku dan bajak sana sini. Bahkan blog ku pun dibajaaak -_- parah. Nih bajakannya KLIK INI. Gak cuma itu, mereka membawakanku video yang sumpaah bikin lemes!
Terus paginya, pas aku masih di kamar bersama 2 makhluk asing tadi, masih setengah sadar *padahal udah jam 7 pagi!. Pintu kamar gue diketuk-ketuk dan Hhuwaaaaa! Ada Churin dan Rizaaal. Seperti yang kulakukan sebelum-sebelumnya, cuma bisa teriak. hahaha. Bawa bungkusan berlapis koran yang banyak banget -_- sampe pegel bukanyaa wkwk. Dan jeng jeeeng! Scrapbook! <3
Terus habis itu agak siangan lagi kami ber-lima main badminton di RT sebelah. Si Churin jadi wasit.
Lanjut ngepump ke ADA Banyumanik. Adekku juga ikut. Aku agak ga enak soalnya di sana ada anak ngambek-nangis-ngrengek gitu, gara-gara antri pump nya kelamaan -_-. Ya gimana yaaa? namanya aja antri.
Terus akhirnya kami harus berpisah untuk hari itu :( . Udah hampir sore soalnya.
What a wooonderful day!
Alhamdulillah... saya punya segalanya :)
Mungkin cerita lengkap dari masing-masing kejadian di atas bakal aku bikin kapan-kapan hehe.
Terimakasih semuaaa. Semoga doa-doanya terkabul. Aamiin.
Untuk yang mendoakan tapi namanya tidak bisa kusebut satu-satu di sini. Ndak papa yaa.. yang penting nama kalian tetep di hati. PASTI! hehe.
Salam17
28 September 2013
20 September 2013
Pengen Jadi Manusia. Gimana?
Peduli.
Pada siapapun. Pada apapun.
Bukaaan.. bukan ikut campur.
Tapi peduli ;)
Peduli pada keluarga, peduli pada lingkungan, peduli pada teman, peduli pada diri sendiri...
Jangan lupa, salah satu contoh peduli pada diri sendiri adalah dengan tidak melupakan Sang Pencipta.
Pada siapapun. Pada apapun.
Bukaaan.. bukan ikut campur.
Tapi peduli ;)
Peduli pada keluarga, peduli pada lingkungan, peduli pada teman, peduli pada diri sendiri...
Jangan lupa, salah satu contoh peduli pada diri sendiri adalah dengan tidak melupakan Sang Pencipta.
13 September 2013
Langganan:
Postingan (Atom)